Burung Hantu (Tyto alba) Sebagai Pengendali Tikus Sawah (Rattus argentiventer) di Desa Parakannyasag Kota Tasikmalaya

  • Firgian Ardigurnita Universitas Perjuangan Tasikmalaya
  • Nurul Frasiska Universitas Perjuangan Tasikmalaya
  • Efrin Firmansyah Universitas Perjuangan Tasikmalaya
Abstract views: 330
PDF downloads: 343
Keywords: burung hantu, hama, Kota Tasikmalaya, padi, tikus

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemberdayaan masyarakat dalam meningkatkan produksi padi dan pendapatan petani di Kelurahan Parakannyasag Kecamatan Indihiang Kota Tasikmalaya dengan memanfaatkan predator alami burung hantu untuk menekan populasi hama tikus melalui program Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM). Strategi solusi meliputi (1) Pemberdayaan bina produksi, (2) Pemberdayaan bina kelembagaan, (3) Pemberdayaan bina masyarakat (SDM), (4) Pemberdayaan bina lingkungan. Metode yang digunakan dalam pengabdian masyarakat ini adalah model pemberdayaan partisipatif dengan kelompok mahasiswa KKN, dosen pendamping lapangan dan masyarakat Kelurahan Parakannyasag secara kolaboratif. Khalayak sasaran pada program ini adalah seluruh masyarakat Keluarahan Parakannyasag dan dipusatkan pada kelompok-kelompok tani di Kelurahan Parakannyasag. Pelaksanaan program ini melibatkan beberapa pihak antara lain, masyarakat Kelurahan Parakannyasag, petani yang tergabung dalam kelompok tani, penyuluh pertanian, dan aparat desa. Kegiatan Pengabdian masyarakat ini menghasilkan peningkatan pemberdayaan masyarakat melalui aspek pemberdayaan produksi, aspek pemberdayaan bina kelembagaan, aspek pemberdayaan bina masyarakat / sumberdaya manusia, serta aspek pemberdayaan bina lingkungan sehingga kelurahan Parakannyasag menjadi desa yang melaksanakan konservasi burung hantu secara terpadu.

References

Astuti, R., Mangoendiharjo, S., Wagiman F.X., Djuwantoko. 2004. Tipe Hunian dan Jenis Burung Serak Tyto alba javanica pada Ekosistem Persawahan. Jurnal Perlindungan Tanaman Indonesia, 10(2), 97-105.
Badan Pusat Statistik. 2017. Kota Tasikmalaya dalam Angka tahun 2017.
Dewi, D.I. 2010. Tikus Sawah (Rattus argentiventer, Robinson & Kloss 1916). BALABA, 6(1), 22-23.
Idris, C.N., Widjanarko R.D.T. 2009. Bioekologi Tikus Sawah Sebagai Pengetahuan Dasar dalam Tindakan Pengendalian. Buletin Teknologi dan Informasi Pertanian. Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Sulawesi Tenggara, 54-66.
Setiabudi, J. 2014. Strategi Pengembangan Pengendalian Populasi Tikus Sawah (Rattus argentiventer) Menggunakan Predator Burung hantu (Tyto alba) pada Lahan Pertanian Sawah Kecamatan Banyubiru Kabupaten Semarang. Tesis pada Program Pascasarjana Universitas Diponegoro.
Suhana, Ruskandi, Sumarko. 2003. Teknis Pengendalian Tikus di Sawah Irigasi Sukamandi. Buletin Teknik Pertanian, 8(2), 63-65.
Wahyana, A. 2015. Pengendalian Hama Tikus Terpadu. Balai Besar Penelitian Tanaman Padi.
Published
2020-03-01
How to Cite
Ardigurnita, F., Frasiska, N., & Firmansyah, E. (2020). Burung Hantu (Tyto alba) Sebagai Pengendali Tikus Sawah (Rattus argentiventer) di Desa Parakannyasag Kota Tasikmalaya. Jurnal Abdimas Kartika Wijayakusuma, 1(1), 54-62. https://doi.org/10.26874/jakw.v1i1.13