Efektivitas Program Jumantik dalam Pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kelurahan Teluk Lobam

  • Susi Andriani Universitas Maritim Raja Ali Haji Tanjungpinang, Kepulauan Riau, Indonesia
  • Ayu Lestari Tampubolon Universitas Maritim Raja Ali Haji Tanjungpinang, Kepulauan Riau, Indonesia
  • Dea Aisyah Wulandari Universitas Maritim Raja Ali Haji Tanjungpinang, Kepulauan Riau, Indonesia
  • Eka Putri Nuraini Universitas Maritim Raja Ali Haji Tanjungpinang, Kepulauan Riau, Indonesia
  • Raisa Raisa Universitas Maritim Raja Ali Haji Tanjungpinang, Kepulauan Riau, Indonesia
  • Junita Junita Universitas Maritim Raja Ali Haji Tanjungpinang, Kepulauan Riau, Indonesia
  • Kurnia Andika Universitas Maritim Raja Ali Haji Tanjungpinang, Kepulauan Riau, Indonesia
  • Albertus Agung Dewa Universitas Maritim Raja Ali Haji Tanjungpinang, Kepulauan Riau, Indonesia
  • Gilang Ramadhan Universitas Maritim Raja Ali Haji Tanjungpinang, Kepulauan Riau, Indonesia
  • Donni Suhendra Universitas Maritim Raja Ali Haji Tanjungpinang, Kepulauan Riau, Indonesia
Abstract views: 276
PDF downloads: 202
Keywords: DBD, jumantik, kesehatan masyarakat, pencegahan penyakit

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas Program Juru Pemantau Jentik (Jumantik) dalam upaya pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kelurahan Teluk Lobam, Kabupaten Bintan. Metode yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR) dengan pendekatan kualitatif deskriptif, yang menekankan keterlibatan aktif masyarakat, kader Jumantik, staf puskesmas, serta mahasiswa KKN. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan dokumentasi, dengan informan yang dipilih secara purposive. Hasil survei pada 37 rumah menunjukkan bahwa 43,2% ditemukan jentik nyamuk, sedangkan 56,8% bebas dari jentik. Sebanyak 83,8% rumah telah memiliki jamban, namun kondisi penampungan air seperti bak mandi dan drum terbuka masih menjadi faktor utama perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti. Data kasus DBD juga menunjukkan peningkatan dari 3 kasus pada tahun 2024 menjadi 6 kasus pada tahun 2025, termasuk satu kasus kematian. Temuan ini mengindikasikan bahwa meskipun program Jumantik telah berjalan lama, efektivitasnya belum optimal karena keterbatasan kader, sarana pendukung, serta rendahnya partisipasi masyarakat dalam penerapan 3M. Oleh karena itu, diperlukan penguatan kapasitas kader, penyediaan sarana seperti larvasida, sosialisasi yang lebih intensif, serta kolaborasi lintas sektor untuk meningkatkan efektivitas pencegahan DBD di wilayah tersebut.

Published
2026-02-01
How to Cite
Andriani, S., Tampubolon, A., Wulandari, D., Nuraini, E., Raisa, R., Junita, J., Andika, K., Dewa, A., Ramadhan, G., & Suhendra, D. (2026). Efektivitas Program Jumantik dalam Pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kelurahan Teluk Lobam. Jurnal Abdimas Kartika Wijayakusuma, 6(4), 2258-2268. https://doi.org/10.26874/jakw.v6i4.1079