Edukasi Kesehatan dan Gerakan Sekolah Sadar Akan Bahaya Bahan Tambahan Pangan pada Jajanan Siswa

  • Novriyanti Lubis Universitas Garut, Jalan Prof Aam Handani No. 42B Garut, Indonesia
  • Simah Kamaliya Universitas Garut, Jalan Prof Aam Handani No. 42B Garut, Indonesia
  • Nazwa Nabila Universitas Garut, Jalan Prof Aam Handani No. 42B Garut, Indonesia
  • Pingka Putri Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Karsa Husada, Jl. Nusa Indah No. 24 Garut, Indonesia
  • Naila Nur Aeni UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Jl. A.H. Nasution No. 105 Cibiru, Indonesia
  • Syifa Wafiroh Universitas Garut, Jalan Prof Aam Handani No. 42B Garut, Indonesia
  • Gischa Mutiara Putri Universitas Garut, Jalan Prof Aam Handani No. 42B Garut, Indonesia
  • Nisrina Nurunnisa Universitas Garut, Jalan Prof Aam Handani No. 42B Garut, Indonesia
Abstract views: 170
PDF downloads: 230
Keywords: Bahan tambahan pangan, Formalin, Penyuluhan Kesehatan, Edukasi siswa, Rhodamin B, Boraks

Abstract

Pertumbuhan industri makanan dan minuman yang pesat di Indonesia mendorong meningkatnya konsumsi jajanan pada anak usia sekolah, termasuk yang berpotensi mengandung bahan tambahan pangan (BTP) berbahaya seperti boraks, formalin, dan rhodamin B. Penggunaan BTP sebenarnya telah diatur dengan batasan tertentu agar tidak menimbulkan dampak negatif bagi kesehatan, namun rendahnya pengetahuan siswa sekolah dasar mengenai hal ini dapat meningkatkan risiko kesehatan jangka panjang. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan siswa SD Muhammadiyah 2 Garut mengenai BTP, khususnya jenis pengawet dan pewarna. Metode pelaksanaan meliputi survei awal, persiapan materi, penyuluhan interaktif yang dilengkapi dengan pretest dan post-test, serta demonstrasi uji boraks dan formalin. Kegiatan dilaksanakan pada November 2025 dengan melibatkan 28 siswa kelas 6A. Hasil menunjukkan adanya peningkatan rata-rata pengetahuan siswa dari 70,52% pada pretest menjadi 82,15% pada post-test, atau meningkat sebesar 12%. Selain itu, siswa mampu mengenali jenis BTP berbahaya serta memahami dampak kesehatannya. Dengan demikian, penyuluhan ini terbukti efektif dalam meningkatkan kesadaran siswa terhadap bahaya bahan tambahan pangan sekaligus mendorong perilaku konsumsi jajanan yang lebih sehat. Ke depan, kegiatan serupa diharapkan dapat dilakukan secara berkelanjutan guna mendukung terbentuknya gerakan sekolah sadar pangan sehat.

Published
2026-04-18
How to Cite
Lubis, N., Kamaliya, S., Nabila, N., Putri, P., Aeni, N. N., Wafiroh, S., Putri, G. M., & Nurunnisa, N. (2026). Edukasi Kesehatan dan Gerakan Sekolah Sadar Akan Bahaya Bahan Tambahan Pangan pada Jajanan Siswa. Jurnal Abdimas Kartika Wijayakusuma, 7(1), 620-629. https://doi.org/10.26874/jakw.v7i1.1185