Pemberdayaan Masyarakat Desa 3T (Tertinggal, Termiskin, Terluar) Melalui Edukasi Nutrisi dan Diversifikasi Pangan Berbasis Ubi Ungu (Dioscorea alata)

  • Elin Hidayat Universitas Widya Nusantara
  • Agnes Erlita Distriani Patade Program Studi Ilmu Keperawatan, Fakultas Kesehatan, Universitas Widya Nusantara, Palu, Indonesia
  • Sisilia Rammang Program Studi Ilmu Keperawatan, Fakultas Kesehatan, Universitas Widya Nusantara, Palu, Indonesia
  • Waode Fitrah Sari Program Studi Ilmu Keperawatan, Fakultas Kesehatan, Universitas Widya Nusantara, Palu, Indonesia
  • Fahri Reza Universitas Widya Nusantara
  • Ismunandar Wahyu Kindang Program Studi Ilmu Keperawatan, Fakultas Kesehatan, Universitas Widya Nusantara, Palu, Indonesia
  • Ni Kadek Sari Savitri Anjani Universitas Widya Nusantara
  • Debiana Fransiska Dewi Universitas Widya Nusantara
  • Risnawati Pabe Universitas Widya Nusantara
  • Anastasya Kue Universitas Widya Nusantara
  • Suci Maharani Universitas Widya Nusantara
  • Anisa A. Paba Universitas Widya Nusantara
  • Deis Natalia Universitas Widya Nusantara
  • Dira Nabila Universitas Widya Nusantara
  • Amanda Amanda Universitas Widya Nusantara
  • Juwita Melda Sari Tebisi Universitas Widya Nusantara
Abstract views: 145
PDF downloads: 129
Keywords: Dioscorea alata, Diversifikasi, Gizi, Pemberdayaan Masyarakat

Abstract

Masalah gizi masih menjadi tantangan serius di wilayah 3T (Tertinggal, Termiskin dan Terluar), termasuk di Kabupaten Donggala, yang ditandai dengan tingginya angka stunting dan rendahnya pemanfaatan pangan lokal bergizi. Salah satu potensi pangan lokal yang belum dimanfaatkan secara optimal adalah ubi ungu (Dioscorea alata), padahal memiliki kandungan gizi tinggi seperti karbohidrat kompleks, serat, vitamin, mineral, dan antosianin. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai gizi seimbang serta keterampilan diversifikasi pangan berbasis ubi ungu. Metode pelaksanaan meliputi edukasi nutrisi melalui ceramah dan diskusi interaktif, serta pelatihan praktik langsung pembuatan olahan ubi ungu, dengan tahapan persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test serta kuesioner. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pemahaman peserta terkait gizi seimbang (dari 25% menjadi 85%), manfaat ubi ungu (dari 30% menjadi 88%), kemampuan menyusun menu sehat (dari 20% menjadi 80%), dan keterampilan mengolah ubi ungu (dari 10% menjadi 90%). Peserta juga menilai bahwa olahan ubi ungu memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai produk usaha lokal. Kegiatan ini membuktikan bahwa edukasi gizi berbasis pangan lokal mampu meningkatkan kesadaran dan keterampilan masyarakat dalam pemenuhan gizi keluarga sekaligus mendukung ketahanan pangan. Program serupa perlu dilakukan secara berkelanjutan untuk memperkuat ketahanan pangan desa serta berkontribusi pada pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) poin 2 (Zero Hunger) dan poin 3 (Good Health and Well-being).

Published
2026-06-28
How to Cite
Hidayat, E., Patade, A. E. D., Rammang, S., Sari, W. F., Reza, F., Kindang, I. W., Anjani, N. K. S. S., Dewi, D. F., Pabe, R., Kue, A., Maharani, S., Paba, A. A., Natalia, D., Nabila, D., Amanda, A., & Tebisi, J. M. S. (2026). Pemberdayaan Masyarakat Desa 3T (Tertinggal, Termiskin, Terluar) Melalui Edukasi Nutrisi dan Diversifikasi Pangan Berbasis Ubi Ungu (Dioscorea alata). Jurnal Abdimas Kartika Wijayakusuma, 7(2), 1254-1267. https://doi.org/10.26874/jakw.v7i2.1387