Upaya Peningkatan Produktivitas Petani Desa Saureinu dengan Implementasi Teknologi Pengolahan Jagung Pasca Panen
Abstract
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan mengimplementasikan teknologi pengolahan jagung untuk meningkatkan produktivitas dan nilai tambah hasil pertanian masyarakat di daerah 3T, khususnya Desa Saureinu, Kabupaten Kepulauan Mentawai. Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh masih digunakannya metode pengolahan jagung secara tradisional serta belum optimalnya pengolahan hasil panen menjadi produk bernilai tambah. Teknologi yang diterapkan berupa mesin perontok biji jagung dan mesin pembuat pelet yang dirancang secara terintegrasi untuk mendukung efisiensi proses pengolahan. Hasil uji coba lapangan menunjukkan bahwa mesin perontok mampu menghasilkan biji jagung dengan kapasitas 200–250 kg/jam, sedangkan proses manual hanya mencapai 10–20 kg/jam. Biji jagung yang dihasilkan selanjutnya dapat diolah menjadi pelet sebagai bahan pakan ikan, khususnya nila dan lele. Kondisi ini berpotensi mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap pakan yang didatangkan dari Kota Padang dengan harga sekitar Rp28.000/kg. Berdasarkan simulasi biaya pengolahan, produksi pelet menggunakan teknologi yang diterapkan membutuhkan biaya sekitar Rp16.000/kg. Penerapan teknologi pengolahan jagung tersebut diharapkan dapat meningkatkan efisiensi produksi, memberikan nilai tambah hasil pertanian, mendukung kemandirian pakan, serta berkontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat Desa Saureinu.
Copyright (c) 2026 Jurnal Abdimas Kartika Wijayakusuma

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
