Pengembangan Ekosistem Pariwisata Terpadu Melalui Kolaborasi Multi-Sektor di Pulau Belitung

  • Wala Erpurini Universitas Jenderal Achmad Yani, Cimahi
  • Dino Gustaf Leonandri Institut Pariwisata Trisakti, Jakarta
  • Nur Alamsyah Universitas Informatika dan Bisnis Indonesia, Bandung
  • Ayi Muhiban Universitas Nasional Pasim, Bandung
Abstract views: 518
PDF downloads: 418
Keywords: ekosistem pariwisata, kolaborasi multi sektor, pariwisata terpadu

Abstract

Pulau Belitung memiliki potensi pariwisata yang sangat besar, baik dari keindahan alam, keunikan budaya, maupun keramahtamahan masyarakatnya. Keberhasilan Belitung menjadi tuan rumah dalam rangkaian kegiatan G20 telah memberikan dampak positif terhadap citra dan pengakuan internasional atas kekuatan sektor pariwisata daerah ini. Namun demikian, untuk menjaga kesinambungan dan daya saing pariwisata Belitung pasca- G20, diperlukanpengembangan ekosistem pariwisata yang terpadu dan berkelanjutan melalui kolaborasi antar sektor. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memfasilitasi diskusi dan kerja sama antara pemerintah, pelaku industripariwisata, komunitas lokal, pelaku seni budaya, dan sektor pendukung lainnya guna menyusun strategi pengembanganpariwisata secara holistik. Metode yang digunakan meliputi focus group discussion (FGD), pelatihan singkat, dan pemetaan potensi lokal. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sinergi antar sektor sangat diperlukan untuk membentuk ekosistem yang mendukung penguatan tema pariwisata Belitung, peningkatan kualitas layanan, serta pengembangan event-event wisata berbasis kearifan lokal. Penguatan kolaborasi ini diharapkan dapat menjadi fondasi dalam membangun pariwisata Belitung yang kompetitif, inklusif, dan berkelanjutan di masa mendatang.

Published
2025-07-18
How to Cite
Erpurini, W., Leonandri, D. G., Alamsyah, N., & Muhiban, A. (2025). Pengembangan Ekosistem Pariwisata Terpadu Melalui Kolaborasi Multi-Sektor di Pulau Belitung. Jurnal Abdimas Kartika Wijayakusuma, 6(2), 956-963. https://doi.org/10.26874/jakw.v6i2.885