Pelatihan Skrining Kasus TB Bagi Kader di Desa Babakan Ciparay Kabupaten Bandung

  • Herwinda Sinaga Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Immanuel
  • Widawati Widawati Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Immanuel
  • Linda Hotmaida Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Immanuel
  • Fahmi Fuadah Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Immanuel
  • Lidya Maryani Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Immanuel
  • Gurdani Yogisutanti Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Immanuel Bandung
Abstract views: 300
PDF downloads: 527
Keywords: kader, kasus, pelatihan, pengetahuan, suspek TB

Abstract

Kasus Tuberculosis (TB) di Indonesia terdeteksi terjadi peningkatan dalam beberapa tahun terakhir. Keterlibatan masyarakat dalam menanggulangi penyakit TB sangat diperlukan. Kader kesehatan sebagai perwakilan dari masyarakat di tingkat yang paling rendah. Kader di Desa Babakan Ciparay Kabupaten Bandung merupakan salah satu wilayah yang terdapat kasus TB, akan tetapi kader kesehatan di wilayah tersebut belum pernah mendapatkan pelatihan berkaitan dengan penyakit TB. Kegiatan pengabdian masyarakat bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan kader tentang TB dan peningkatan keterampilan kader dalam penemuan suspek TB. Pelatihan diikuti oleh kader posyandu di Desa Babakan yang terdiri dari 19 RW, masing-masing diwakili 2 orang (38 kader). Pelatihan dilaksanakan selama 2 hari terdiri dari pengetahuan tentang penyakit TB, Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) serta praktik penemuan kasus TB, cara pengambilan dahak dan simulasi KIE. Peserta yang hadir pada hari pertama sebanyak 28 orang, dan hari kedua sebanyak 36 orang, beberapa kader berhalangan hadir. Pelatihan yang telah dilakukan terbukti dapat meningkatkan pengetahuan kader, berdasarkan data pretest dan posttest, terdapat peningkatan skor pengetahuan kader. Keterampilan dalam melakukan pengambilan dahak, penemuan kasus dan KIE menjadi meningkat pula. Saran yang dapat diberikan pada Puskesmas Pakuntadang agar memberikan pelatihan serupa pada kader kesehatan di wilayah kerjanya untuk meningkatkan cakupan penemuan kasus/suspek TB.

References

Angriani, L. dan Dayat, A. R. 2019. PKM Peningkatan kompetensi guru dan siswa melalui pelatihan pemrograman dan jaringan komputer pada sekolah menengah kejuruan di Kota Jayapura. ABDIMAS Jurnal Pebgabdian Masyarakat, 23(2), 92-98.
Hapsari, R. B., Riana, D. A., Purwanto, E., Kandel, N. dan Setiawaty, V. 2017. Early warning alert and response system (EWARS) in Indonesia: Highlight from the first years of implementation, 2009-2011. Health Science Journal of Indonesia, 8(2), 81-87.
Hernawaty, T., Widianti, E. dan Yosep, I. 2014. Upaya peningkatan pelayanan kesehatan masyarakat melalui pelatihan kader kesehatan tentang deteksi dini tuberkulosis paru di Desa Jayamukti dan Desa Cigadog Kecamatan Leuwisari Kabupaten Tasikmalaya. Dharmakarya: Jurnal Aplikasi Ipteks untuk Masyarakat, 3(2), 47-50.
Putri, G. F. S dan Hisyam, B. 2014. Hubungan tingkat kesembuhan tuberkulosis paru dewasa dengan pengobatan metode DOTS dan Non DOTS di Rumah Sakit Haji Abdoel Madjid Batoe Kabupaten Batanghari Provinsi Jambi Tahun 2011. Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Indonesia (JKKI), 6(2), 85-94.
Rahmawati, E. N. 2016. Hubungan antara kelengkapan informasi medis dengan keakuratan kode diagnosis tuberkulosis pada domumen rekam medis rawat inap di Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Moewardi. Skripsi pada Program Studi Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Surakarta, Surakarta.
Sumartini, N. P. 2014. Penguatan peran kader kesehatan dalam penemuan kasus tuberkulosis (TB) BTA positif melalui edukasi dengan pendekatan Theory of Planned Behaviour (TPB). Jurnal Kesehatan Prima, 8(1), 1246-1263.
Published
2020-03-01
How to Cite
Sinaga, H., Widawati, W., Hotmaida, L., Fuadah, F., Maryani, L., & Yogisutanti, G. (2020). Pelatihan Skrining Kasus TB Bagi Kader di Desa Babakan Ciparay Kabupaten Bandung. Jurnal Abdimas Kartika Wijayakusuma, 1(1), 1-10. https://doi.org/10.26874/jakw.v1i1.9