Psikoedukasi Pencegahan Bullying pada Guru dan Siswa di Sekolah Menengah Pertama X Kota Bandung
Abstract
Bullying dan cyberbullying merupakan permasalahan serius di kalangan remaja, terutama dalam lingkungan sekolah, yang memerlukan pendekatan pencegahan yang komprehensif dan berkelanjutan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengembangkan dan mengevaluasi efektivitas program psikoedukasi pencegahan bullying dan cyberbullying berbasis Asset-Based Community Development (ABCD) di SMP X, Kota Bandung. Program ini melibatkan siswa (n = 53) dan guru (n = 8) sebagai partisipan, dengan desain one-group pre-test and post-test. Intervensi dirancang untuk tidak hanya meningkatkan pemahaman tentang perundungan, tetapi juga memperluas fokus pada peran bystander (pengamat), regulasi emosi, empati, dan harga diri, serta penguatan kapasitas individu, kelompok, dan institusi sekolah. Data dikumpulkan melalui instrumen pengetahuan yang dianalisis dengan paired sample t-test. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan pada wawasan siswa (t = -4,134, p < .001) dan guru (t = -3,240, p = .014) setelah intervensi. Siswa paling sering mengalami perundungan dalam bentuk fisik dan verbal, dengan alasan utama dianggap "lemah" dan kondisi fisik atau ekonomi keluarga. Temuan mendukung efektivitas pendekatan psikoedukasi yang dilakukan dalam membangun sistem pencegahan yang partisipatif dan berkelanjutan, serta menegaskan pentingnya penguatan peran bystander dan kapasitas sosial-emosional dalam strategi pencegahan bullying.
Copyright (c) 2025 Jurnal Abdimas Kartika Wijayakusuma

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
